Tinjau Panen Bawang dan Cabai, Wali Kota Makassar Bersama Camat Tamalate Dorong Urban Farming Tembus Seluruh RT/RW

Admin Malabbiri 04 Nov 2026, 16:43 WIB
Bagikan:
Tinjau Panen Bawang dan Cabai, Wali Kota Makassar Bersama Camat Tamalate Dorong Urban Farming Tembus Seluruh RT/RW
Tinjau Panen Bawang dan Cabai, Wali Kota Makassar Bersama Camat Tamalate Dorong Urban Farming Tembus Seluruh RT/RW

malabbirinewsโ€”Pemerintah Kota Makassar terus menggenjot implementasi program pertanian perkotaan atau urban farming sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat akar rumput. Kebijakan ini didorong secara masif agar pemanfaatan lahan produktif dapat merata dan menjangkau seluruh Rukun Warga (RW) di berbagai wilayah kota.

Dalam rangkaian kegiatan peninjauan dan panen komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai bersama kelompok tani setempat, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan bahwa keterbatasan luas wilayah di kawasan perkotaan tidak boleh dijadikan hambatan bagi masyarakat untuk memproduksi kebutuhan pangannya sendiri. Menurutnya, pendekatan teknis budidaya harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan karakteristik lahan di masing-masing wilayah.

Bagi kawasan yang memiliki ketersediaan ruang terbuka yang memadai, warga diimbau untuk memanfaatkan media tanam tanah secara langsung. Sementara itu, untuk wilayah perkotaan padat penduduk yang memiliki keterbatasan lahan, penerapan sistem hidroponik menjadi solusi alternatif yang sangat dianjurkan. Pendekatan adaptif ini dinilai efektif agar setiap rukun warga tetap dapat berpartisipasi aktif dalam program produktif tersebut.

Pemerintah kota juga berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, termasuk mencarikan solusi atas berbagai tantangan teknis maupun pembiayaan di lapangan. Sebagai contoh konkret di tingkat kecamatan, seperti di Kecamatan Tamalate, sebagian besar wilayah RW telah mulai merintis dan mengembangkan program urban farming ini. Ke depan, seluruh jajaran pemerintahan daerah berupaya untuk memperluas cakupan tersebut hingga 100 persen wilayah rukun warga memiliki minimal satu titik lahan atau unit pertanian perkotaan yang produktif.

Melalui gerakan ini, Pemkot Makassar berharap budaya menanam di lingkungan permukiman dapat semakin membudaya di tengah masyarakat. Selain berfungsi untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan rumah tangga dan meredam dampak fluktuasi harga komoditas pasar, program urban farming juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan serta gotong royong antarwarga di perkotaan.

Tags:
Berita Terkini Viral